Selasa, 23 Juni 2015

PAKAI CDI DAN KOIL TK RACING: KAWASAKI KLX150S STD NAIK 3 DK

Metode pengujian menggunakan Kawasaki KLX150S yang gress, spidometernya masih nol. Itu motor baru datang dari dealer. Tujuannya pembuktian CDI dan Koil TK Racing yang dijual Polaris. Testing menggunakan dyno test milik Polaris sendiri.  “Sengaja diuji agar konsumen mengerti betul kemampun produk TK Racing. Bukan hanya cerita,” tutur Rudi Setio dari Polaris sebagai distributor TK Racing di Kebun Jeruk III, Jakarta Kota.  
Setiap item diuji sendiri-sendiri dan lewat kombinasi. Misalnya CDI terlebih dahulu, koil sendiri dan kemudian dikombinasikan keduanya.  “Setiap item  dk-nya naik. Namun punya perbedaan pada karakter dk dan torsi. Ingat, pakai mesin standar, termasuk knalpotnya std,” bilang Ahak, mekanik senior yang ditugaskan menguji.

Biar adil, kodisi standar  KLX150S harus didyno terdahulu. Namun bahan bakar menggunakan Pertamax Plus yang oktannya 95. KLX150S dari dealer ini hasilnya adalah 9.5 hp (house power) atau dk alias daya kuda yang seterusnya disebut dk.   Saat itu putaran mesin menunjukan 7.458 rpm. Sedangkan torsi 10 Nm pada 5.307 rpm.
Dimulai dari CDI TK Racing yang diklaim memang model untuk trabas-trabasan, di grasstrack juga bisa. Ini CDI bikin limiter KLX150S tak berfungsi. Kamu gas di atas 10.000 rpm pun mau. Hasilnya sesuai klaim. Dyno menulis 11.4 dk pada 8.652 rpm. Waw naik 1.8 dk bro.
Sudah gitu, momen puntir maksimal lebih tinggi dari standar, tapi putaran mesin lebih rendah. Torsi 11.00 Nm/5.167 rpm. Luar biasa untuk keperluan masuk hutan, tak perlu capek menaikan putaran mesin. Di grafik juga sejak gas diputar tenaga sudah dapat.
Sekarang Koil TK Racing. Koil untuk universal alias semua motor boleh pakai. Portal ini pernah mencobanya di Honda Beat dan di dyno pada tempat sama. Hasilnya di KLX150S tak beda jauh dapat 11.6 dk/8.364 rpm dan torsi 11.1 Nm/5.412 rpm.  Memang kalau dihitung lebih tinggi dari CDI dapat 2 dk. Hanya saja power band dari Koil TK lebih singkat. Kan limiter hanya sampai 10.000 rpm sesuai standar KLX.
Gabungan koil dan CDI TK Racing menghasilkan 12,5 dk/13.608 rpm. Pengetesannya dari gigi satu samnpai top gear  KLX150S. Yang mengagetkan gabungan  ini menghasilkan torsi maksimal pada 3.453 rpm.
Torsi gabungan CDI TK dan Koil TK ini adalah 13.63 Nm atau naik 3 Nm dari standar, tapi didapat pada rpm sangat rendah. Pantas saja disukai para pehobi garuk tanah yang doyan adventure dan trabas yang telah menggunakannya. Mereka nggak capek menaikan putaran mesin demi menggapai tenaga yang tepat dihendling. Di grafik juga begitu, sengat agresif dan responsive. 
Asal tahu saja, CDI TK Racing dijual sekitar Rp 750.000 dan koil hanya Rp 150.000 itu bila ditotal hanya Rp 900.000. Udah gitu nggak ada yang namanya seting dan mapping. Beli langsung pakai alias plug and play. Daaan... tunggu selanjutnya pengujian karbu TK Racing yang digabungkan dengan CDI dan Koil dari produk yang sama. Pengunjuan akan berlanjut pada kem TK, kruk-as TK, piston TK, Kopling TK dan sebagainya. Pokoknya mantaplah.  Lebih mantap lagi hubungi Polaris  99 Jl.Kebon Jeruk III No.99, Jakarta Barat 11160 CP: Yani (Sales support), Telp: 021-62309552-98209518 atau - Polaris 51 Jl.Kebun Jeruk III No.51,Jaksarta Barat 11160  (sales support), Telp:021-6592128.






Sumber : maniakmotor.com

PLATUK KLEP MIO DIGANTI MODEL ROLLER HONDA BLADE

Ini tips pemberitahuan saja, soal kerjanya silakan dibawa ke bengkel yang mengerti. Maksudnya paham korek mengorek yang wajib berhubungan dengan tukang bubut yang juga mengerti. Syukur-syukur sampeyan sudah sangat mengerti jadi tak perlu baca ini tipis. Cerita tips ini soal platuk atau sepatu klep Yamaha Mio yang bisa diganti platuk dari Honda Blade 110 yang model roller.
Temlar Blade ini memang menyesuaikan dengan lobe atau benjolan kem. Gesekannya lebih ringan yang menguntungkan ekonomis mekanismenya. "Harga pelatuk roller Honda Blade ini relatif murah, hanya Rp 100.000. Ongkos tukang bubut untuk bikin bos-nya sekitar Rp 50.000," jelas Bambang Tablo, mekanik 76 Slow Bill Speed di kawasan Cinere, Depok. 
Intinya langsung pada ruang pelatuk. Maksudnya, Mio juga bisa menggunakan temlar Blade. Soal langkah-langkahnya bisa pakai referensi pada tulisan ini, sama saja kok, hanya beda motor, tujuannya sama saja: Tips Motor: Pasang Rocker Arm/Pelatuk Klep Honda Blade Ke Jupiter Z Kohar, Liaran dan Dragbike.
Bedannya hanya pada platuk roller standar Mio lebarnya 19,7 mm. Sedangkan platuk roller Honda Blade lebarnya hanya 13,3 mm. Untuk selisih tersebut butuh bos sebagai 'daging' tambahan agar pelatuk tak oblak: “Kira-kira bos platuk atas tebalnya 7 mm dan platuk bawah 6 mm," tambah Tablo yang telah memasang cara ini pada Mio-Mio harian yang masuk ke bengkelnya.
Yang harian saja pakai, apalagi yang liaran.

Sumber : maniakmotor.com

KOREK MURMERCENG (MURAH MERIAH KENCENG) MP4 TEMBUS 22 DK

Ekonomi lagi sulit macam sekarang, jurus murmerceng alias murah meriah kenceng jadi solusi tepat. Itu yang ditawarkan oleh Swega from RAT Motor Sport di Jln. Juanda, Sidoarjo, Jatim. Ini kliker yang memang langganan tampil di portal ini. Mulai dari korek harian, drag bike dan saat ini road race siap dilayani.
Katanya  murmerceng  cocok buat pemula yang di motoprix disebut MP3 (bebek 125 cc pemula) dan MP4 (bebek 110 pemula) yang ingin tampil tapi dana terjangkau. Tentu saja pakai Jupiter Z. Aplikasi karburator 24 mm boleh cari yang murah untuk MP4. “Bisa hemat Rp 1 juta-an, dibanding TM Sudco 24 produk Amrik sono. Apalagi dolar sedang galau bro,” buka Swega sambil cerita order jurus ini memang lagi ramai. CDI bisa pakai Rextor Pro Drag. “Paling penting bisa menata ulang titik pengapian. Kita ada stok dan bisa pesan sekaligus programnya,” promo Swega yang bisa dikontak di 081231080940 atau Pin BB 5511F334 dan 333011CF.
Untuk mekanikal tidak ada yang istimewa selain presisi dan teliti pengukurannya. Misal kruk as dicenter dan dibalance ulang, setang piston ganti baru dengan celah 0,1 mm dengan daun kruk as. Kiri-kanan kruk as maksimum memuntir 0,02 mm. Supaya getaran puntir makin minim, bearing kruk as dipilih yang ringan berputar pada crankcase.
Terus, balancer kanan dibuat 150 gram, mengawal magnet yang dibubut habis menyisakan batu magnet saja hingga bobot 650 gram. Tujuannya, mengangkat rasio dari gigi satu 14/35, dua 16/29, tiga  21/29, empat 26/23 atau sesuai hitungan sampeyan. Alhasil, setiap ganti gigi akan jadi rapat-rapat dan powerband  galak pada  8,000-13,500 rpm.
Pililah per klep Jepang mendukung cam roller dengan pelatuk Honda Blade. Lift 9,3 mm tidak goyang jika per klepnya keras! Overlap 3,5 mm cukup memberi nafas pada porting intake berdiameter  25,5mm sedangkan porting ex dibuat 24mm. “Pada area kanan kiri bos klep, porting dibuat 100% diameter klep. Volume porting inlet tak lupa diukur menandakan CFM optimal dicapai. Tak lupa juga punggung klep di back cut ulang untuk memberi flow putaran atas,” timpal Indra Baskara, asisten ahli Swega.
Durasi kem 275o dengan LSA  104o pas dengan  kompresi 13,1:1 (Pertamax Plus). Untuk piston yang penting  desain dome-nyamencerminkan kubah yang pas. Juga harus berikan ruang dingin antara kubah dengan piston dimana bahan bakar bisa menyelimuti area tersebut. “Alhamdulillah ketika di dyno maksimal tenaga mampu menyentuh 22 dk. Mantap itu,” tutup Swega yang siap berbagi ilmu-ilmu berikutnya.


Sumber : maniakmotor.com

USIR BUNYI JEDAG..JEDUG.. HONDA BEAT FI, MODAL DUA KUNCI!

Munculnya bunyi kasar pada mesin Honda Beat, Vario atau Scoopy memang kerap terdengar. Suara tadi biasanya muncul saat stasioner alias langsam. portal ini pernah bahas cara mengatasinya. Coba cek tulisan ini: Tips Motor: Usir Bunyi Dag.Dig..Dug.Nggak Pake Serrrr Di CVT Honda Vario, Beat Dan Scoopy
Gejala yang sama nyatanya muncul juga pada Honda Beat versi injeksi alias Fi, namun beda kasus. Terdengar suara jedag..jedug.. yang pastilah bukan suara bedug pertanda buka puasa tiba. Hehee... anehnya suara tadi muncul baik dalam kondisi stasioner maupun saat digeber di jalanan.
Bikin bingung pemiliknya, memang. Silakan ke bengkel sebelah rumah untuk dicek area magnetnya. Bunyi kasar tadi memang muncul dari sana. Atau boleh juga sampeyan yang punya perkakas bengkel bongkar sendiri untuk ngabuburit tunggu jedug, eh beduk buka.  
Sesuai judul, modalnya dua kunci doang kawan. Atinya gampang dikerjakan, cukup sediakan kunci T8 dan obeng plus. Sebelumnya bisa ganti baju dan celana kolor dalu agar tak kotor juga lebih leluasa ketika bergerak.
Pertama buka cover pelindung magnet pakai kunci T8 (gbr-1) dan obeng plus (gbr-2). Setelah terbuka sekarang coba perhatikan pada bagian kipasnya. Suara kasar tadi ditimbulkan oleh kipas yang oblak(gbr-3). Buka 3 biji baut kipas masih pakai kunci T8(gbr-4).
Penyebabnya lubang rumah busing baut kipas sudah terkikis alias aus (gbr-5). Karenanya, walau 3 biji baut pengikat kipas sudah kencang tetap saja oblak akhirnya ya muncul suara kasar tadi. Solusinya tinggal kasih pengganjal alias ring. Bisa pakai ring untuk ukuran baut 14, yang penting si busing bisa masuk ke lingkaran tengah ring (gbr-6). Ingat karena busingnya 3 maka perlu 3 biji ring.
Ringnya dibeli ke bengkel atau toko sparepart dekat rumah. Kalau sudah tinggal rakit kembali seperti semula. Jangan lupa setelah beres coba hidupkan mesin kalau bunyi jedag..jedug..tadi hilang dua jempol buat sampeyan.


Sumber : maniakmotor.com

Selasa, 28 April 2015

PERBESAR PENGAPIAN PAKA RELAY, AYO COBA, MODAL MURAH BANGAT!!

Banyak cara yang bisa ditempuh guna menaikkan power dan torsi motor harian. Salah satunya  memperbesar tegagngan api busi. Lebih cepat ganti CDI atau koil dengan versi aftermarket. Itu buat yang berkantong tebal, nah kalo  sampeyan cuma modal 'muka tebal' tapi ingin motornya enak, silakan praktekin tips berikut. Caranya??? Ya, baca terus tulisan ini sampai habis bro!!
"Prinsipnya memperbesar input arus listrik ke CDI, sehingga output listrik menuju koil  bisa lebih gede," buka Angga pebengkel yang ada di Jl. Wonokromo, Surabaya, Jatim. Yang jelas trik ini hanya berlaku pada CDI motor jenis DC. Trik ini terinspirasi kala Angga meneliti jalur kabel dari aki 12V ke CDI yang 'mondar mandir' melewati kontak on/off. Padahal posisi aki dengan kontak, jauuuuhh pak, Otomatis hambatan kabel yang dihasilkan juga makin banya. Input dari aki ke CDI yang harusnya punya nilai 12 volt akan turun dibawanya.
"Makanya butuh sebiji relay 12V yang punya empat kaki (terminal), gunanya untuk men 'jumper' kabel dari aki langsung ke CDI. Selain itu kunci kontak juga masih berfungsi normal," terang Angga sembari sebut relay tadi sebagai modal utamanya, lalu juga butuh kabel, sekun/soket kabel, isolasi dan gunting. Pokoknya totalnya modal nggak sampai Rp 50 rebu, cuy!! Langsung kerja, nyokk !!
Pertama siapkan relay, lalu sambungkan kabel pakai sekun pada empat kaki/terminal relay. Perhatikan kode angka pada tiap kaki relay (gbr-1). Kita contohkan pada Honda Beat yang lebih mudah sebab posisi aki dan CDI berdekatan. Gunting kabel output dari kontak soket CDI (merah strip hitam) lalu sambungkan ke kaki relay berkode angka 85 (gbr-2). Sedang kabel yang menuju soket CDI sambung dengan kode 87 (Gbr-3), 86 ke massa/ground (gbr-4) dan30 ke positif aki (gbr-4). Jangan lupa biar aman balutkan isolasi pada tiap-tiap sambungan kabel.
Sekarang putar kunci kontak ke arah on lalu coba hidupkan motor, kalo motor mau hidup 100 buat sampeyan. Kalo mau bukti coba tes arusnya pakai alat pengukur tegangan alias voltmeter pada output kabel koil, kalo tak punya bisa juga pakai diukur panjang arusnya pakai penggaris. Atau langsung gebersaja keliling komplek dan rasakan bedanya!!



Sumber : maniakmotor.com

ATUR SQUISH AREA 4 TAK BUAT KOHAR, LIARAN DAN DRAGBIKE

Sudah pada tahu kan istilah squish area di ruang bakar?? Yang rajin up-date tips maniakmotor.com pastilah sudah pada 'ngeh'. Dulu pun sebenarnya sudah pernah dikupas soal squish tadi, tapi sebatas pada RX - King alias motor 2 langkah. Coba buka lagi ini: Tips Motor: Atur-atur Power RX-King Lewat Squish Area!
Sekarang gantian penerapannya pada mnesin 4 tak. Yang jelas elmunya bisa diterapin pada motor harian yang telah dikorek-korek. Yang doyan liaran juga silakan ditiru. Nanti setelah sakses buruan 'tobat' dan kembali ke jalan yang 'lurus' alias balap resmi. Hehehee..  "Secara fungsi tak ada bedanya squis pada mesin 4 tak dengan 2 tak,” buka Ari Setiawan pawang Jupi V-Reinz from Bali.
Kata dia - ya si Ari - pada jenis mesin tadi squish punya peran mengarahkan campuran udara dan bahan bakar persis ke  puncak titik tengah kubah di kepala silinder. Biar saat dikompresi ngumpul di satu titik untuk disulut api. Selain itu squish juga menentukan karakter tenaga motor, mau digalakin bawahnya atau bengis di atas.
Tentu saja dengan memainkan luasan area dan derajat kemiringan squish itu sendiri. "Gampangnya bila squishnya lebar cocok untuk putaran bawah. Sebaliknya squish sempit atasnya yang jalan, karena menyangkut laju berkumpulnya gas,” tambah mekanik yang juga menukangi tim roadrace Yamaha Rosiana Bali itu.
Sama juga dengan kemiringan atawa sudut squish, juga jadi faktor penentu. Biila angka sudutnya kecil pas buat trek pendek-pendek, bila angka sudutnya besar cocok buat trek panjang. Squish umum yang dipakai pada cylinder head 4 tak berkisar antara 8 -12 derajat. Bahkan ada pula yang pakai 0° alais dibikin flat. Itu berlak upada ruang bakar model hemi sperical, macam ruang bakar Honda Blade, Tiger dan Suzuki Shogun. Juga kubah modelpentroof pada head Satria FU dan Jupi MX.
Yang musti diperhatikan antara sudut squish dengan sudut tepi piston wajib sama. Misal sudut squish di head dibikin 8° maka pistonnya harus 8° juga, bila dibikin flat piston juga ngikut. Selain itu kala membentuk ulang sudut squish harus mempertimbangkan pula deck clearence atau jarak antara tepi piston dengan squish. Setelan amannya bisa dibikin 0.7 - 1 mm. " Tujuannya untuk menghindari gejala detonasi yang bisa bikin mesin sampeyan rontok," tutup Ari yang pria kelahiran Solo itu.
Makasih tipsnya.



Sumber : maniakmotor.com

PAKET KUAT KOMPONEN PERFORMA KAWASAKI KLX150L/S FROM TK-RACING

Semua tersedia bila sebut komponen performa mesin Kawasaki KLX150L dan S. Komponen ini dibikin oleh TK Racing demi mereka yang doyan menaikkan kemampuan KLX. Terutama yang digunakan di medan yang lebih berat. Bukan berarti di medan aspal nggak bisa pakai.
“Intinya ini barang dibikin karena permintaan konsumen. Terutama mereka yang senang trabas dan adventure. Risetnya pun melibatkan  mereka di arena langsung. Jadi nggak riset sendiri,” jelas Koh Setyo yang punya Polaris yang jadi distributor TK Racing di kawasan Kebun Jeruk III, Jakarta Kota.
Di mesin ada silinder blok, piston/ring, kruk-as, kem, klep, per klep bahkan sampai gir timing. Ukuran-ukurannya beda-beda tipis dengan standar. Tapi kekuatannya itu loh yang beda jauh. Toh kalau mau beda lagi misalnya kapasitas mesin mau dinaikkan ada juga silinder dan piston yang diameternya 62 mm. Termasuk kem mentah yang boleh diprofil sendiri sampai durasi yang dimau.
Jangan khawatir semua paket mesin tersebut tahan walau pakai diameter piston yang lebih besar. “Kruk-as saja sudah diganti bahan kahusus. Agar pistonnya kuat diameter pin piston diubah jadi 15 mm dari standar 14 mm. Silindernya model keramik,” tambah Koh Setyo yang mengeluarkan barang ini termasuk tahunan risetnya karena diuji langsung di trabas.
Paket ini berlanjut ke girboks. Memang bukan gigi rasionya yang diganti-ganti, cukup system koplingnya. Karena sesuai riset, kopling standar KLX dengan mesin standarnya saja sering kalah, apalagi bila sudah pakai paket TK Racing. Nah obatnya kopling TK Racing juga.
Sudah dijelaskan sebelumnya konstruksi rumah kopling TK Racing ini berbeda dengan standar. Yang ini peredam entakannya sepuhnya menggunakan karet, bukan lagi per. Termasuk susunan pelat dan kampasnya dipermak jadi enam lembar dari standarnya 5.
Kalau mau lengkap hubungi Polaris 99 Jl.Kebon Jeruk III No.99, Jakarta Barat 11160 CP: Yani (Sales support), Telp: 021-62309552-98209518 atau - Polaris 51 Jl.Kebun Jeruk III No.51,Jaksarta Barat 11160  (sales support), Telp:021-6592128. Jangan lupa kasih tahu bacanya dari maniakmotor.com.


Sumber : maniakmotor.com