Senin, 28 April 2014

ERGONOMIK DARI BUSA JOK

Modifikasi penampilan, sudah nggak mikir ergonomik jok bagian dari kenyamanan. Fiberglass sebagai tatakan busa sekaligus penopangnya dimutilasi habis. Umumnya untuk mendukung konsep modifikasi. Yang penting joknya harmonis dan enak dilihat. Pantat sih tepos sih urusan ke sekian.
“Biasanya main papras-papras saja tanpa tahu seberapa ukuran yang pas, pasti nggak enak tuh duduk di situ. Bukan hanya modifikasi, harian juga banyak melakukan itu di tempat saya. Tapi ada juga yang datang untuk harian yang busanya disesuaikan ulang untuk nyaman,” jelas  Andi, owner Andi Jok Sport 89, yang markasnya di Jl. Moh. Kahfi II No. 4, Jakarta Selatan.
Nah menurutnya, jok modifikasi ada takaran idealnya, apalagi jok harian yang standar. Maksudnya, tidak semua jok dari  pabrik ergonomiknya pas dengan bokong yang beli. Kan nggak semua orang ukuran pantat dan pinggang sama semua bro. Cewek saja, ada yang biasa, sedang, besar dan besaaaaar sekali. Ada juga yang bohay. Malah ada yang tundeblang, maksudnya melentung depan belakang, hehe. Husss...
Di Andi Jok, tinggal ceritakan kekurangan jok standar, joknya akan dituntun ke jalan yang benar. Misalnya, di motor tertentu bagian depan tatakannya harus ditekuk ulang, lalu busanya dilapisi lagi. Tujuannya, bagian depan seperti tetata dengan empuk. Saat motor direm, pantat tetap pakem di jok, nggak meluncur.
Katanya, bila sudah pas pasti enak ke mana-mana, jok sama pantat jadi klop atau ergonomiknya pas dengan postur sampeyan. Jangan khawatir, kualitas jok di Andi Jok ini lebih dari pabrik. Daya tahan dan kualitasnya samaLebih mudahnya hubungi saja 0852 1221 8058.


Sumber : maniakmotor.com

MERAWAT JOK, CUKUP AIR DAN MINYAK GORENG

Jok motor setiap hari terkena panas, debu dan gesekan bokong. Ya lama-lama kulit joknya menipis, kusut dan kusam. Makanya dirawat, toh kan mudah, apalagi jok dari calp spon atau kulit sintetis.
Merawatnya dilarang menyemir jok dengan semir sepatu. Ya iyalah, semir kan item, calana  sampeyan bisa kotor, hehe. Maksudnya, jok yang disemir sepatu saat kena air akan menyebabkan keretakan pada spon jok.
Kimia semir sepatu sifatnya menyatu dengan kulit. Saat kering akan mengeras dan ikut menarik jok. Beda lagi bahan pengilap ban dipakai untuk jok, jangan coba-coba deh. Pantat sampeyan akan licin dan mudah terpeleset saat pengereman, bahaya.
Coba dengan anjuran Andi sang pemilik Andi Jok Sport (AJS). Katanya untuk merawat dan membersihkan jok  motor cukup pakai kain bersih. Lalu, kain dibasahi campuran minyak tanah dan minyak goreng.  “Gosokan lap ini pada permukaan jok, langkah ini sebenarnya telah membuat jok bersih,” jelas Andi yang  markasnya di Jalan M. Kahfi II No. 4 samping perumahan Casamora, Jakarta Selatan.
Campuran minyak tanah dan air tersebut juga bisa mengusir noda pada jok. Caranya hanya menggosokan kain lap pada noda dengan perlahan hingga bersih. Selanjutnya, menjaga jok tetap awet jangan sering-sering dijemur. Usahakan di perkir di tempat teduh.


Sumber : maniakmotor.com

Minggu, 20 April 2014

MODIFIKASI HONDA NEW BLADE 125 2014 ROAD RACE: GIGI RASIO BIKIN HAMMER JUARA MP1


Power dulu yang dilacak baru rasio untuk road race. Percuma tanpa tenaga, rasio dibikin berat. Mesinnya nggak bisa narik, bro.Kolo otot sudah tersedia, tinggal suka-suka sampeyan bikin kombinasi reduksinya. Mau ringan, mau berat dan pokoknya sesuai karakter sirkuit, agar tenaga pas pada gigi yang disukai. Giginya saat dipindah juga tak tanggung dengan jarak antar tikungan.
Teori dan praktek itu dipegang betul pengorek Honda Blade. Dialah Miftayanto atau yang akrab disapa Anto Fast Tech from Jogja. Blade-nya dipacu Willy Hammer (Astra Motor Racing Team Jogjakarta).  “Mesin memang sudah jadi, rasio mudah digonta-ganti sesuai maunya sirkuit dan  settingan motor di tempat lomba,” jelas Anto dengan logat Jawa yang kental bangat.
Di MotoPrix Region Jawa seri pertama di Sentul Kecil baru lalu, motor ini juara di MP1 atau Bebek 125 Seeded. Hammer bisa mulus mengitari sirkuit ‘kecil’ tapi sebenarnya menuntut motor putaran menengah ke atas. Nah, bila tenaga tersedia sebaiknya memakai rasio yang rada berat.     
Rasio zaman sekarang bukan paten satu set untuk semua sirkuit.  Saat ini komposisinya banyak. Mekanik  pun telah paham soal hitungan jarak tempuh tiap gigi dengan dropnya rpm setiap oper gigi. Apalagi - khususnya Honda - rasionya telah dipasok dari AHM langsung pada setiap tim yang resmi didukung Sayap Tunggal, tinggal diminta. Hehe... “Antar tikungan Sentul Kecil itu mengalir, jadi butuh rasio yang close. Kalau saat ini saya pakai yang rada berat, karena mesinnya sanggup,” tambah Anto yang asli Sleman itu.
Detilnya begini, gigi pertama pakai 29-14 (2.0714)gigi dua menggunakan 27-18 (1.5), gigi tiga 26-23 (1.130) dan gigi empat 23-23 atau sama dengan satu. Sebelumnya lebih ringan, misalnya gigi pertama 31-13 yang hasilnya 2.384 dan seterusnya. Selanjutnya nggak dibeberkan. Ya iyalah itu kan dapurnya Anto.
Seperti dibilang di atas tadi, tak ada gunanya racikan rasio bila tenaga kurang mendukung. Berarti underbone ini kaya akan tenaga. Singkat saja pemaparannya. Kem atau chamshaft didesain 280o. Kem ini mengalirkan bahan bakar yang dipompa karbu PWK28.  Saat lomba pakai spuyer 115 dan 65, sebelumnya dengan 112 dan 62 pada mainjet-pilot jet.
Aturan bahan bakar PertamaxPlus dengan menurunkan kompresi menjadi11,8:1. Termasuk rendah, tapi cocok dengan Sentul Kecil yang butuh rpm menengah sampai tinggi. Belum lagi Willy Hammer bisa membawanya dengan memanteng rpm sesuai momentum torsi.
Memang  nggak boleh mengabaikan magnet serta balancer dengan bobot masing-masing 500 gram dan 400 gram. Juga konstruksi pipaknalpot (CLD Racing) yang panjang leher, diemeter pipa tabung dan silincer disesuaikan maunya mesin.  Itu namanya setting.
Sebelumnya Astra Racing Jogga lebih pede Honda Absolute Revo di MP1. Kini harus pakai Honda New Blade dan nyatanya lebih oke. Secara umum, memang memiliki stroke sama (55,6 mm), hanya saja unsur bodbeda. Blade lebih lincah dan aerodinamis. “Bore-up silinder agar mendekati angka 130 cc sesuai dengan regulasi MP1, pakai piston 54,5 mm. Jadi kubikasinya sekitar 129,6 cc. Ini sudah maksimal,” tutupAnto Fast Tech yang pastinya setia dikawal Suroto, akrab disapa Toto sebagai manajer tim.
Sakses bro.
Data Modifikasi :   
Motor:Honda Blade



Kelas:MP 1 (Bebek 125 cc Tune Up Seeded)
Tim:Astra Motor Racing Team Yogyakarta
Kompresi:11,8 : 1
Volume Head (buret):12, 8 cc
Piston:Izumi (54,4 x55,6)
Timing pengapian:35°
LSA:100°
Durasi kem:282°
Klep:Sonic
Diameter klep:28/23 in/ex
Per Kopling:CLD
Kampas Kopling:Kawahara
Per klep:Active (warna emas)
Karburator:PWK 28 (main jet 112 pilot 62)
Diameter inlet:25 mm
Diameter outlet:19 mm
Selongsong gas:CLD
Manifold :CLD
Busi:Denso
Kruk as:Ori
Pompa oli:Ori Supra 125
CDI:Rextor ProDrag
Rasio
Gigi 1:13-31
Gigi 2:18-28
Gigi 3:22-26
Gigi 4:23\23
Final Gir:14-45
Sok depan:Standart Honda (per Ohlins)
Sok belakang:Ohlins
Ban depan:FDR
Ban belakang:FDR
Pelek depan:Standart 1.40 x 17
Pelek belakang:Standart 1.60 x 17
Knalpot:CLD
RantaiSSS







Sumber : maniakmotor.com



CARI TOP KOMPRESI, MAIN RABA KLEP, ‘SEDERHANA’..!

Tips sederhana bagi brosist yang telah  advance utak-atik mesin. Toh, tak ada salahnya juga ilmu ini tetap dibagi dan semoga bermanfaat.  Begini,  mesin 4-tak dalam perawatan rutin perlu melakukan penyetelan katup. Tujuannya untuk mengembalikan kondisi kerenggangan celah klep sesuai standar, agar mesin kembali maksimal.
Yang diperhatikan penyetelan katup, langkah-langkahnya. Sbelumnya adalah memposisikan piston pada  titik mati atas atau biasa disebut TMA. Tidak hanya itu, syarat yang lain posisi katup dalam keadaan bebas, sehingga bisa disetel kerenggangannya. Kalau nggak bebas, sampai lebaran hewan  nggak bakalan bisa, hehe.

Piston pada TMA ada dua kerja atau disebut TOP, tapi bukan te op be ge te. Pertama top kompresi setelah akhir langkah isap. Yang kedua adalah top buang, piston di atas setelah proses langkah buang. Nah, untuk melakukan penyetelan katup posisi piston harus berada pada top kompresi.
“Mencari posisi tersebut harus menyesuaikan tanda ‘T’ yang ada pada magnet dengan tanda di bak mesin. Itu disesuaikan dengan timing gear dan tanda garis pada sirip kepala silinder,” buka Fauzan Conk, mekanik kondang kliker FU Kolor Ijo Nganjuk, Jatim.
Kudu lepas tutup timing gir, akan terlihat tandanya. “Tapi untuk mempersingkat waktu dalam melakukan penyetelan, tidak perlu membuka tutup timing gir. Cukup membuka tutup baut magnet dan lubang pengintai tanda T pada magnet,” tambahnya sembari bilang perhatikan pergerakan katup. Kembali pada penjelasan di atas bahwa top kompresi terjadi setelah langkah hisap, berarti bisa tahu bahwa disitu terjadi gerakan pembukaan katup isap. 
Caranya kita raba katup hisap maupun buang dengan jari sambil putar magnet dengan  kunci T ke arah depan dan perhatikan katup mana yang bergerak menekan. Jika yang bergerak katup isap atau katup yang ada di atas berarti selanjutnya akan ketemu tanda T pada lubang pengintai. 
Arti  tanda menunjukkan piston pada posisi Top Kompresi. Tapi jika yang bergerak menekan katup buang atau katup yang ada di bawah berarti di situ akan terjadi top buang. Jika tanda T yang ada di lubang intip sudah pas tinggal lakukan penyetelan celah katup sesuai dengan kerenggangannya. Mudah kan?

Mencari T alias tanda TOP

Bila Klep sudah bebas berarti bisa disetel

Sumber : maniakmotor.com

Kamis, 17 April 2014

JANGAN SALAH PASANG, PISTON ITU TIDAK BULAT..!

Di puncak atas piston (dome) ada tanda penunjuk ke bawah posisi piston. Tanda yang terdapat pada permukaan piston tersebut ada yang berupa huruf in-ex, titik dan panah (di 2-tak) agar panah ini menghadap ke bawah. Dengan adanya tanda tersebut, piston tidak salah pasang atau terbalik.
Emang kenapa kalau terbalik? Karena piston tidak bulat persis seperti yang sampeyan lihat kasat mata. “Diukur presisi titik tengah dari pin piston tidak tepat berada di tengah-tengah. Piston cerderung oval. Bila benar-benar bulat, dibolak balik juga nggak masalah. Satu lagi diameter atas dan bawah piston selalu berbeda,” buka Syarul Salam, ST salah satu pengajar yang ada di Program Keahlian Teknik Sepeda Motor Panca Bhakti Banjarnegara, Jateng. 
Itu terkait dengan offset engine atau bentuk silinder yang ada pada masing-masing sepeda motor. Konstruksi pada diameter silinder menunjukkan  titik tengah dari piston dan titik tengah poros engkol tidak segaris. Ya beda inersia piston mesin tidur dengan mesin tegak. Itu bukti piston nggak bulat-bulat amat.
Akibat terbalik? Offset-nya tidak pas. Padaha itu dibikin untuk minimum gaya tekan ke samping sisi piston terhadap gesekan silinder. Jika pemasangan sampai terbalik maksudnya sisi piston seharusnya di sisi atas malah ke  bawah, pengaruhnya pada kinerja mesin. Yang langsung terderngar suara mesin yang berubah kasar. Hal tersebut karena gaya gesek yang terjadi semakin besar.
Juga cepat aus saking banyak gesekan yang terjadi akibat bentuk piston dan silinder yang tidak simetris. “Untuk itu perlu diingat-ingat saat pemasangan jangan sampai terbalik, perhatikan tanda pada permukaan piston. Tanda yang ada pada piston bermacam-macam ada IN tapi ada juga EX, kita tinggal menyesuaikan tanda tersebut. Misalkan pada permukaan piston ada tertulis IN maka tanda tersebut kita posisikan pada katup IN pada kepala silinder.
Oke deh, semoga bermanfaat!


Sumber : maniakmotor.com

Selasa, 15 April 2014

APA ITU BAN VULKANISIR? JANGAN DIPAKAI, BAHAYA..!

Mahalnya ban baru kadang tergiur ban vulkanisir yang lebih murah bro. Nomong-ngemeng apa sih ban Vulkanisir? Ban vulkanisir adalah ban bekas yang dilapisi ulang permukaannya sehingga dapat kembang seperti baru lagi. Lebih buruk dari kategori asli tapi palsu. Kembanng ban ini hanya tempelan, hanya kelihatannya segar, saat dipakai bahaya.
Kris, assisten kepala Planet Ban Lenteng Agung, menjelaskan, vulkanisir sama artinya nyawa murah buat pengendara di jalan raya.
“Gampang meletus, Vulkanisir hanya tambahan lapisan karet yang diproses pemanasan. Tidak menyatu seperti cetakan ban keluaran pabrik. Tidak tahan panas umumnya ban digunakan, sewaktu-wktu lapisannya copot,” jelas Kris yang tahu seluk-beluk ban, ya namanya juga kerja di toko ban.
Juga ban vulkanisir tidak stabil. Bobot ban jadi berat akibat ditambah lapisanya. Setang setir berat gerakannya. Getaran juga tinggi ketika melaju karena ban tidak balans, juga mudah jendol-jendol. Begitulah, ban sulapanBukan hanya itu, akibat ban yang peyang sana-sini dan bobot ban bertambah laher roda kerap jebol.
Kris pun mengatakan, membedakan antara ban vulkanisir dengan ban asli adalah hal mudah. Ya tanpa perlu keahlian khusus. "Dari samping ban vulkanisir  kembangnya  tidak menyatu. Terlihat juga garis tipis seperti karet tempelan yang disatukan. Selain itu, harga ban vulkanisir juga jauh lebih murah dibanding ban baru. Perbedaan harganya bahkan bisa lebih dari 50 persen," pungkasnya.
Makanya bila ada ban yang bermutu dijual harga miring, nah hati-hjatilah. Juga selagi ada dana, jangan deh dibeli.


Sumber : maniakmotor.com

PERBEDAAN PIN KONEKSI CDI SATRIA FU150 OLD DAN NEW SATRIA FU150

Desain bodi Suzuki Satria FU150 (new aho) terbaru ya memang beda dengan generasi sebelumnya. Kalo itu sih nggak usah dijelasin sampeyan sudah pada tahu. Apalagi yang punya FU dan hobi ingin tahu soal motornya. FU gitu loh, bebek anak muda yang tahu motor.
Tapi tak banyak yang tahu, CDI yang diaplikasi New Satria F terbaru juga beda dengan versi yang lama (Satria Fu aho 2011dan Satria Fu non aho). Otak pengapian Satria Fu baru diproduksi Mitsubishi sedang FU lama berlabel Denso. 

Selain beda pabrik posisi pin koneksi kabel CDI-nyaj uga tidak sama. Karena itu pemilik FU baru tidak bisa langsung pasang CDI FU generasi sebelumnya, termasuk yang mau ganti CDI aftermarket alias versi racingnya. Kalo sampeyan asal colok tentu motor nggak bakalan hidup, bisa-bisa CDI-nya malah rusak akibat korsleting.

"Sebenarnya bisa saja pasang CDI FU lama, tapi perlu atur-atur dulu posisi pin koneksi kabelnya. Yang tidak bisa dipasang di FuUbaru CDI Satria old atau generasi non aho," sebut Masrukin bos Kind Motor yang baru buka cabang bengkel di Genteng Banyuwangi, Jatim ini.

Biar jelas silahkan pelototin tuh gambar yang dikasih Masrukin. Makasih bro tipsnya.

Sumber : maniakmotor.com